Husni Kamil Manik

beritaduniaterbaru.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengabarkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ketua KPU RI yakni Husni Kamil Manik.

Lewat surat instruksi resmi, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menginstruksikan kepada semua warga NU untuk melaksanakan tahlil dan shalat Ghoib untuk mendoakan almarhum Husni Kamil Manik.

“Mengenai wafatnya Bapak Husni Kamil Manik, PBNU meminta kepada semua Pengurus Wilayah serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan semua warga Nahdliyyin se-Indonesia agar melaksanakan Shalat Ghoib dan Tahlil yang ditujukan kepada ruh almarhum,” isi surat instruksi dari PBNU yang tertanggal Kamis 7 Juli 2016.

Tercatat bahwa Husni Kamil Manik pernah menjabat menjadi sekretaris PWNU Sumatera Barat periode 2010-2015.

Keluarga, kerabat serta para tokoh nasional melaksanakan penghormatan terakhir sekalian melepas jenazah Husni Kamil Manik, Jumat siang, di kediaman duka beliau, Jalan Siaga Raya Nomor 23A, Pejaten, Jakarta Selatan.

Jenazah dibawa ke Masjid Al Furqon untuk dishalatkan sebelum diberangkatkan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Hadir sejumlah tokoh dalam prosesi pelepasan jenazah itu, yakni Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mendikbud Anies Baswedan, Kapolri Badrodin Haiti, Ketua Umum ICMI Jimly Assiddiqie, Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul dan Politisi PAN Hatta Radjasa.

Husni meninggalkan seorang istri yang bernama Endang Mulyani serta 3 anak. Husni lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 18 Juli 1975 serta pernah menjabat menjadi anggota KPU di Sumatera Barat selama 2 periode, yaitu 2003-2008 dan 2008-2013.

Semasa muda Husni aktif dalam macam-macam kegiatan politik serta berpengalaman menjadi pemantau pemilu sejak lulus kuliah pada Universitas Andalas.

Pihak keluarga mengatakan, Husni memiliki peradangan gara-gara bisul. Peradangan telah menjalar ke perut serta menyebar lewat darah.

Peradangan di seluruh bagian dalam tubuh tersebut diperparah oleh adanya riwayat diabetes yang mempercepat tersebarnya peradangan.

“Ada istilah kesehatannya abses atau peradangan gara-gara bisul. Bisul itu menimbulkan infeksi pada darah. Semakin lama semakin parah sebab riwayat diabetes yang dialaminya,” tutur Muhammad Arfanuddin Manik, kakak Husni.