Lapas Cebongan
Lapas Cebongan

beritaduniaterbaru.com – Kanwil Kemenkum HAM (Kementerian Hukum dan HAM) Daerah Istimewa Yogyakarta mengidentifikasi bahwa ada tiga hal penyebab lolosnya 5 tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman (Cebongan) Daerah Istimewa Yogyakarta. 3 faktor tersebut yaitu, sarana prasarana lapas yang tidak memadai, jumlah SDM (sumber daya manusia) yang sedikit, dan kapasitas lapas yang kelebihan.

Kanwil Kemenkum HAM (Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Pramono menjelaskan bahwa 5 tahanan yang kabur dari blok C sukses memanjat tembok samping lapas yang cuma setinggi 3,5 meter. Ukuran tembok itu termasuk dibawah standar. Sebab, idealnya tembok lapas itu mempunyai ketinggian minimal 6 meter.

“Ditembok tersebut yang semestinya terdapat teralis besi namun kondisinya tak ada,” ujar Pramono ketika mendatangi Lapas Cebongan, Minggu (26/6/2016) malam.

Tak hanya itu, Pramono juga menilai masalah yang ada di pos jaga atas. Dari sebanyak 4 pos jaga atas, cuma 1 yang diisi oleh petugas yaitu pos bagian depan. “Sarana dan prasarana memang terbatas,” ungkapnya.

Pramono membeberkan jumlah SDM yang terbatas juga menjadi permasalahan. Dari 6 blok yang masing-masing diisi sekitar 50 tahanan, ujar dia, cuma dijaga 1 regu atau 8 petugas. Jumlah ini juga termasuk dibawah standar. Karena, idealnya 1 regu cuma menjaga sekitar 20 tahanan.

“SDM memang kurang. Para tahanan yang kabur sudah mempelajari kondisi petugas, kelengahan petugas. Mereka memanfaatkan kesempatan itu,” ungkapnya.

Disamping 2 faktor itu, Lapas Cebongan juga terbilang sudah kelebihan kapasitas tahanan. Sebabnya, Lapas yang seharusnya diisi 112 tahanan, sekarang diisi 292 tahanan.

“Harapannya, sarana dan prasarana dapat diperbaiki kalau ada dana. Selain itu, petugas yang berjaga juga dapat ditambah,” ungkap dia.

Sebelumnya, 5 tahanan di Lapas Cebongan kabur menggunakan sarung untuk memanjat tembok. Proses kabur tahanan tersebut terekam CCTV. Petugas Lapas, Kanwil Kemenkum HAM DIY, dan kepolisian sampai saat ini masih melakukan pencarian pada kelima tahanan yang kabur tersebut.