Anggita Eka Putri
Anggita Eka Putri

BeritaDuniaTerbaru.com – Masalah terdakwa suap yang dialami Patrialis Akbar masih bersambung. Anggita Eka putri, perempuan yang diciduk dengan Patrialis mengakui dibelikan mobil jenis Nissan March serta uang $ 500 oleh mantan hakim Mahkamah Konstitusi itu sebelum diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Iya saya menerima uang, 500 dolar AS,” ungkap Anggita dalam persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Jakarta, Senin (24/7).

Uang $ 500 tersebut ditemukan di dompet Anggita ketika dijalankan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK kepada Patrialis dan ia serta 3 orang lainnya di pusat perbelanjaan Grand Indonesia pada tanggal 25 Januari 2017.

“Pemberian uangnya itu sebelum Pak Patrialis umrah namun tak mepet-mepet sih waktunya. Diberikan langsung, tepatnya saya lupa, seminggu sebelum berangkat umrah kayaknya,” imbuh wanita 25 tahun itu.

“Benar uang $ 500 AS di dompet Anda yang diamankan pada tanggal 25 Januari 2017 tersebut dari Patrialis?” tanya Lie Putra Setiawan, seorang jaksa penuntut umum KPK.

“Benear dan telah disita oleh KPK,” jawab Anggita.

Anggita mengaku kenal Patrialis ketika sedang bekerja di salah satu tempat bermain golf. Perkenalan tersebut terjadi pada bulan September 2016. Tak hanya uang, Anggita mengaku memperoleh pemberian yang lain termasuk pakaian.

“Pernah juga menerima sesuatu yaitu beruoa pakaian, uang dan mobil,” ujar Anggita.

Di sidang tersebut Anggita juga mengakui kasus mengenai ‘hubungan khsususnya’ bersama Patrialis Akbar yang pernah beredar.

“Ketika penangkapan saya dengan mama saya, anak saya, dan sepupu saya serta bapak Patrialis, jadi ada 5 orang, bukan cuma berdua, bukan di hotel maupun bukan di kos-kosan,” tegas Anggita.

Mengenai keterangan Anggita itu, Patrialis mengakuinya.

“Kesempatan kali ini untuk mengklarifikasi kalau benar saya di-OTT bukan berdua namun berlima di tempat terbuka untuk umum. Yang kedua, uang $ 500 dolar tidak sekali dikasih namun pertama 100, kemudian 200 dan yang terakhir 200 jadi 3 kali semacam pemberian, semacam tip-lah. Lalu keterangan Anggita yang lain tak relevan dengan persoalan ini,” ujar Patrialis.

Patrialis dalam kasus ini diduga menerima uang $ 70.000, Rp 4,043 juta, dan dijanjikan akan menerima Rp 2 miliar dari Bapak Basuki Hariman dan Ng Fenny lewat Kamaludin. Uang itu untuk mempengaruhi putusan Kasus Nomor 129/ PUU-XIII/ 2015 mengenai uji materi atas UU No 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Basuki Hariman ialah pemilik dari perusahaan PT Cahaya Timur Utama, PT Impexindo Pratama, CV Sumber Laut Perkasa , dan PT Cahaya Sakti Utama dan Ng Fenny ialah General Manager PT Impexindo Pratama. – BeritaDuniaTerbaru.com