Destiya Purna Panca
Destiya Purna Panca

Wali Kota Kendari, BeritaDuniaTerbaru.com – Permasalahan cinta hubungan tanpa status yg berakhir di meja polisi menimpa seorang Wali Kota terpilih Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Adriatma Dwi Putra (ADP).

ADP diduga menjadi pelaku pada Polda Metro Jaya hari Selasa (8/8) malam. Pelapornya merupakan seorang aktris seksi Destiya Purna Panca atau Destiara Talita atau sapaan akrabnya yaitu Tata.

Tata melaporkan ADP sudah melaksanakan pencemaran nama baik serta penghinaan pada pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP.

Destiya Purna Panca Laporkan Wali Kota Kendari
Destiya Purna Panca Laporkan Wali Kota Kendari

Menurut laporan dari Tata tersebut tercantum dlm LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada Tgl 08 Agustus 2017.

Masalah ini dimulai saat perkenalan ADP dengan Tata di tahun 2016 lalu, sampai berujung pada suatu hubungan khusus. Di tgl Juni 2017, ADP bersumpah akan menikahi dia secara siri. “Ekspetasinya supaya hubungan kita sah pada hal agama,” ungkap Tata saat di Mapolda.

Termakan oleh janji itu, Tata pun pasrah. Termasuk saat menjalankan hubungan intim seperti halnya suami istri. Ia pun menganggap ADP seperti halnya seorang suami, walau pernikahan siri yg ia janjikan blm dilakukan. “Kala itu aku percaya kalau nantinya pernikahan siri akan terlaksana,” ujar Tata.

Janji hanya janji. Menurut tata, ADP saat itu susah dihubungi saat Juli lalu. “Terasa seperti menghindar, saya pun merasa panik,” kata Tata.

Bukan tidak ada alasan Tata menjadi panik. Karena, pada tgl 14 Juni 2017, ia mengaku melakukan hubungan intim dgn ADP di Hotel Marina Bay Sand Singapura.

Tetapi, ia merasa takut berbadan dua. Di tgl 8 Juli 2017, Tata mencoba menghubungi lagi ADP. “Aku mau bicara baik-baik, mempertanyakan kelanjutan hubungan kita ini dan mau menagih pernikahan siri yg ia janjikan dulu,” tuturnya.

Dan lagi, si ADP tak merespon sama sekali. Baru pada tanggal 9 Juli 2017 kemarin ADP menghubungi Tata. Namun apesnya, ADP bukannya malah memberikan solusi yang bijak bagi hubungan mereka, tetapi malah marah-marah dgn ungkapan kotor. “Semua sudah saya rekam pas telpon di ponsel,” ucap Tata.

Tidak kuat atas perlakuan ADP, Tata didampingi dengan 2 sahabatnya, finalnya ia memilih untuk menempuh pada jalur hukum, melaporkan masalahnya ke PMJ. “Sebagai seorang perempuan, saya merasa martabat saya direndahkan,” tegas Tata.

Sekian Berita Mengenai Tak Kunjung Dinikahi Namun Sering Ditiduri, Wali Kota Kendari Langsung DiringkusWali Kota Kendari