Sejarah Nasi Tumpeng – Di Indonesia tradisi merayakan acara – acara sakral dengan nasi tumpeng masihlah digemari oleh banyak kalangan. Umumnya tradisi ini dijalani oleh masyarakat Jawa. Sebenarnya bentuk kerucut nasi tumpeng dan macam lauk pauknya tersebut mempunyai arti tersendiri, lo!

Mulanya dibuat untuk sebuah persembahan kepada gunung

Pada awalnya, tumpeng dipakai masyarakat Jawa dan sekitar (termasuk Madura dan Bali), untuk membuat sebuah persembahan terhadap gunung-gunung sebagai tanda penghormatan bahwa ada leluhur-leluhur yang tinggal di gunung-gunung itu. Tradisi ini terjadi sudah sejak dulu kala, jauh sebelum agama masuk ke bumi Nusantara.

Lalu, agama Hindu masuk ke Indonesia. Perayaan dan pembuatan tumpeng mengalami sedikit perubahan, yakni dari tekstur nasinya. Nasi tumpeng baru awalnya dibuat berbentuk kerucut saat era Hindu. Kerucut adalah tiruan bentuk gunung Mahameru sb tempat bersemayamnya para dewa mereka.

Sesudah Islam masuk ke bumi Nusantara, pembuatan tumpeng kembali dicocokkan dengan kaidah agama Islam, dan setelah itu menjadi nasi tumpeng yang kita kenal sampai saat ini. Umumnya dipakai digunakan untuk perayaan suatu acara misalnya syukuran, kenduri, dan lain lain.

Makna lauk dalam nasi tumpeng

Tak hanya itu di sekeliling nasi tumpeng umumnya ada lauk. Nah, pemilihan jumlah dan macam lauk di dalam sepaket nasi tumpeng tersebut pun tidak sembarangan, guys! Karena semuanya memiliki makna tersendiri.

Umumnya ada paling tidak 7 macam lauk di nasi tumpeng. Kenapa 7? Karna dalam bahasa Jawa angka 7 berarti pitu, yang dapat diartikan pula dengan “pitulungan” atau pertolongan. Tak hanya itu, macam lauk yang dipilih pun ada maknanya. Contohnya telur yang berarti kebersamaan.

Mungkin kalian menemukan beragam jenis ikan di dalam nasi tumpeng tersebut kan? Nah, ikan berarti sebuah keuletan, dan perjuangan hidup walau sedang berada di masa-masa yang susah atau antep(dalam bahasa jawa).

Ada banyak sekali di Indonesia yang menjual nasi tumpeng, dan salah satunya yang menurut saya enak dan pas di lidah yaitu Nasi Tumpeng yang terletak di Jakarta Pusat, menurut saya Nasi Tumpeng Jakarta Pusat mengingatkan saya akan nikmatnya makanan khas Indonesia dan membuat saya rindu akan masakan rumah.

Baiklah cukup sekian artikel mengenai sejarah nasi tumpeng dan maknanya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua dan sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

Sejarah Nasi Tumpeng.